JAKARTA – Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) menyatakan dukungan terhadap usulan Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang menginginkan pembatasan pembukaan gerai ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart di wilayah pedesaan, khususnya yang telah memiliki koperasi lokal seperti Koperasi Desa Merah Putih.
Ketua Umum PP KB PII, Nasrullah Larada, mengatakan langkah tersebut diperlukan untuk menciptakan pemerataan ekonomi sekaligus melindungi usaha masyarakat desa. Menurutnya, koperasi, pelaku UMKM, dan produsen lokal membutuhkan ruang agar tidak harus berhadapan langsung dengan jaringan ritel besar yang memiliki kekuatan distribusi dan modal yang jauh lebih kuat.
“Demi keadilan ekonomi dan distribusi ekonomi dan keadilan sebaiknya Indomart dan Alfamart tidak expansi di desa-desa yang sudah berdiri Koperasi,” tegas Ketum Pimpinan Pusat KB PII Dr. Nasrullah Larada dalam pernyataan tertulisnya Selasa (24/2/2026).
Ia menilai, tanpa adanya kebijakan perlindungan, produk lokal berpotensi tersingkir karena sulit bersaing dengan barang yang dipasarkan oleh ritel modern.
Nasrullah menegaskan, koperasi memiliki keunggulan karena keuntungan yang diperoleh akan kembali kepada anggota dan masyarakat setempat, sehingga dampaknya langsung dirasakan oleh warga desa. Sebaliknya, keuntungan ritel modern umumnya mengalir ke pemilik modal yang berada di luar desa.
“Koperasi itu untungnya kembali ke warga/anggota di desa sehingga memakmurkan warga. Sementara ritel modern untungnya mengalir ke pemodal besar di kota,” ujar Nasrullah.
Ia juga mengungkapkan bahwa keberadaan ritel modern selama ini turut memengaruhi perkembangan koperasi dan UMKM di pedesaan.
“Jadi ritel modern ini tidak hanya mematikan daya saing koperasi, tapi juga mematikan UMKM di desa-desa,” jelas Nasrullah.
Selain itu, KB PII mendukung upaya pemerintah untuk melibatkan generasi milenial dan Gen Z dalam pengembangan koperasi. Kelompok usia tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan usaha kreatif, inovatif, dan mandiri yang dapat berkembang melalui wadah koperasi berbasis komunitas.
“Sekitar 144 juta generasi Milenial dan Gen Z akan mendominasi populasi Indonesia,” kata Nasrullah.
Sebelumnya, Ferry Juliantono juga mengimbau agar ekspansi ritel modern di desa dihentikan. Ia menilai dominasi ritel besar dapat menyebabkan aliran dana dari desa berpindah ke kota. Karena itu, koperasi desa diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi agar perputaran uang tetap berada di lingkungan masyarakat setempat.
“Stop bikin ritel di desa. Biarkan di desa itu koperasi yang jualan barang-barangnya,” pinta Ferry.
Pemerintah sendiri menargetkan pembentukan puluhan ribu koperasi desa sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan di seluruh Indonesia. (rm/isl)
